ilustrasi
BANDUNG Zona Malam - Panik gara-gara ada dua kereta api muncul dari dua arah berlawanan, bocah SD, Fajrul,10, tewas saat melompat dan nyungsep di sungai, Kamis. Korban mengalami luka serius di kepala akibat terbentur batu yang ada di sungai di pinggir rel kereta api pinggir jembatan Gombreng, Cimahi.
BANDUNG Zona Malam - Panik gara-gara ada dua kereta api muncul dari dua arah berlawanan, bocah SD, Fajrul,10, tewas saat melompat dan nyungsep di sungai, Kamis. Korban mengalami luka serius di kepala akibat terbentur batu yang ada di sungai di pinggir rel kereta api pinggir jembatan Gombreng, Cimahi.
Empat temannya yang sedang bermain bersama korban selamat karena langsung lari saat kere api muncul.
Salah seorang warga Barod, Dadang,30, menjelaskan, peristiwa naas yang menimpa murid SD di itu terjadi Kamis sekitar pukul 06.30. Korban warga Ciputri, Cimandi, Cimahi bersama empat rekannya bermain di rel kereta api di atas jembatan tadi.
Baru beberapa menit berjalan, tiba-tiba muncul kereta api dari arah Jakarta-Bandung dan sebaliknya. Empat korban bergegas menghindari dan lari ke samping kiri rel kereta api. Sedang korban, melomati rel kemudian terjatuh dan masuk ke sungai. “ Saat terjatuh itulah, kepala korban terkena batu di sungai tadi,” ujar Dadang.
Empat teman korban, mengaku kaget saat memanggil korban tak menyahut. Saking penasaran, mereka pun turun ke sungai kemudian membangtunkan korban. Mereka langsung menjerit, lantaran dari kepala korban keluar darah. Warga yang dimintai tolong bergegas memburu tempat kejadian.
Murid SD itu pun dipangku dan tapi sudah tak bergerak. Saat dibawa ke RS Cimandi, korban dinyatakan meninggal. “ Korban ini tewas lantaran panik saat muncul dua kereta api. Dia melompati rel dan kehilangan control kemudian jatuh ke sungai. Luka di kepalanya cukup serius,” imbuh Dadang. (dono/b)